Aku sedang gandrung membaca novel dari Pinto Anugrah ini. Kamu sedang membaca apa sekarang?
Masih berumur muda halaman yang telah ku lahap. Belum setengah benar ku habiskan. Namun Aku sudah di bawa pada frasa-frasa yang membuat imajinasiku liar!
Sungguh manis Dan indah kalimat yang terangkai dalam novel ini. Aku seperti layaknya anak domba yang digiring manut pada setiap barisan katanya. Sungguh menggoda Dan sangat mendayu.
Aku menyukai novel ini dari belia ku baca halamannya. Cerita yang disuapipun melompat Kian kemarin dengan alur yang maju mundur.
Jujur saja Aku dibuat keteteran pada awal mulanya, namun semakin ku selamk semakin ku mengerti. “Ah jadi seperti ini yang ingin dibangun disetiap babnya”.
Novel ini menjadi bacaan yang ku garap setiap malam sebelum tidur. Novel pengantar kantuk pas dan cocok untuk mataku yang kadang tak mudah berkompromi.
Teman menyambut kantuk namun tetap memesona dalam bulir kata. Tak salah Aku bertemu dengan novel ini. Novel yang membuatmu jatuh cinta dan menggila dengan genggaman frasa yang berputar di otakku.
Tak ingin bersegera Aku untuk menyantapnya. Pelan tapi pasti, agar dapat ku cecap semua emosi yang ingin disampaikan pada setiap baris dan paragraf.
Beberapa hari lalu aku kedatangan paket dari Mojok Store berupa 3 buah buku dengan judul dan penulis yang berbeda. Masing aku beli karena judulnya yang menggelitik. Penerbit Mojok dan EA book ini memang terkenal dengan buku-buku terbitan dengan judul yang menggelitik.
Sialnya aku termasuk dalam kelompok manusia yang kala judul buku dan cover depan ya terlihat aneh. Hasrat berbelanja bukupun memuncak, Bila sudah memuncak aku harus menyediakan kocek lebih (*Baca : Agar tidak sia-sia gratis ongkirku)
Tips Membeli Buku
Ada beberapa tentang membeli buku yang selalu aku lakukan, akan ku Berikut tips yang biasa aku gunakan semoga dapat menjadi jalan ninjamu jua
1. Mencatat judul buku yang ingin di baca dan di beli
Mencatat judul buku yang ingin di baca dan di beli, biasanya bila aku ingin membaca sebuah buku aku akan mencari review buku tersebut secara online. Bila review dari buku tersebut ternyata kebanyakan bagus barulah aku putuskan untuk membeli.
2. Berburu Diskon
Setelah menelusuri review pembaca langkah selanjutnya adalah berburu diskon. Karena belanja bukuku berpatokan dengan review pembaca. Belanja bukuku sudah pasti tidak seperti pembaca lainnya, jarang sekali aku memesan buku baru walaupun ada PO buku dengan diskon yang mengiurkan. Kecuali bila aku menyukai karya penulis tersebut.
3. Tidak Menimbun Buku
Ini pengalaman yang untukku menjadi suatu keresahan. Aku pernah beda dalam sebuah posisi jatuh cinta setengah mati dengan buku. Buku baru yang menutuku menarik mengubahku menjadi seorang penimbun buku, celakanya kegiatan menimbun buku menjadikanku seorang yang begitu konsumptif. Secara tidak langsung berdampak pada kesehatan kantongku yang tak seberapa ini. Karena menimbun buku untukku pribadi menjadi sebuah keresahan, Jadilah aku akan membeli buku kembali setelah dua point diatas terpenuhi.
4. Genre Picky
Ketika usia belasan genre favoritku itu novel romansa dan juga scienc fiction. Seizing bertambahnya usia, genre buku yang ku baca semakin menyempit saja. Sekarang aku lebih menyukai buku-buku yang bergenre historical viction, self improvement, essay, dan juga beberapa article biologi serta pariwisata. Perlahan ini mungkin diakibatkan karena pekerjaan yang sedang ku geluti menyangkut beberapa genre bacau tersebut. Menyebabkan semakin spesifik sebuah bacaan akan semakin sulit pulalah buku-buku yang dapat di temukan. Sehingga intensitas membeli bukukupun semakin terbatas.
Ketiga buku yang sampai ke rumahku
Balik lagi ke buku-buku yang baru saja sampai ke rumahku. Berikut adalah beberapa judul yang sudah melewati tahap seleksi yang ketat setelah lebih dari satu bulan aku tak berbelanja buku.
Buku karangan Ester Pandiangan ini lagi-lagi mengelitikku. Saat memasukkan buku ini menjadi salah satu bucket list untuk di beli aku teringat akan buku lainnya yang di tulis beliau. Jadilah aku masukkan ke dalam keranjang belanjaku.
Buku ini ku beli di harganya Rp62.400 setelah mendapat potongan harga sebesar Rp 15.600. Harga sesungguhnya buku ini sebelum didiskon Rp78.000. Bila kamu ingin membelinya sila klik judul buku yang sudah aku tautkan dengan link pemesanannya.
Selanjutnya Ada buku karangan mas Jafar Suryomenggolo, buku ke dua yang berhasil sampai ke rumahku. Buku yang ke dua ini aku pesan perihal sinopsisnya yang membuat penasaran. Berandai andai bagaimana perekonomian Indonesia waktu mendatang. Menjadi sebuah negara yang berpendapatan tinggi, dengan sering waktu selambatnya 20++ tahun dari sekarang.
Dari rasa penasaran yang tak dapat ku bendung inilah aku memasukkannya ke dalam keranjang belanjaku. Aku membeli buku ini setelah mendapat Ian diskon sebesar Rp17.600 dari harga awalnya Rp88.000 menjadi Rp 70.400 lumayan menghemat belasan ribu. Bila kamu juga ingin memesan buku ini, sila klik link pada judul buku di atas.
Buku ketiga dan buku terakhir yang ku pesan berjudul Queer etc, kamu tau apa arti kata Queer?
Jika belum tau, kamu bisa membaca dan mencari artinya di Mbak google terlebih dahulu sebelum membeli buku ini. Karena menurutku orang-orang yang membaca buku ini perlu memiliki pemikiran yang setidaknya terbuka.
Buku ini di bandroll dengan harga Rp 78.000 karena ada diskon buku ini ku beli dengan harga Rp 66.300. Aku mendapatkan potongan diskon sebesar Rp 11.700. Lagi-lagi diskon yang menurutku lumayan banyak.
Walaupun diskon yang diberikan tak sampai Rp 20.000 perbuku namun bila diakumulatifkan aku dapat menghemat Rp 44.900. Penghematan yang cukup untuk membeli satu mungkuk bakso dengan gorengan crunchynya.
Sekarang kamu pahamkan mengapa aku lebih memiliki menunda membeli buku. Semoga kamu juga dapat memetik dan mengambil pelajaran dari tips membeli yang aku lakukan. Tidak untuk menggurui namun hanya ingin berbagi pengalaman hidup.
Kelir Slindet (Roman Terbaik Tabloid Nyata) Kedung Darma Romansa
Penerbit
Buku Mojok (Terbitan ke Dua)
ISBN
978-623-7284-39-0
Ini adalah kisah romansa sepasang remaja yang tinggal di desa cikedung. Safitri adalah anak dari pasangan Saritem man tan PSK yang memiliki harapan besar anaknya dapat menjadi pedangdut terkenal suatu saat nanti.
Sementara Sukirman ayah safitri adalah seorang buruh tani yang pekerjaannya sering main perempuan. Tidak seperti saritem sukirman tidak percaya dan pessimis akan nasib anaknya dimasa depan.
Lalu ada Mukimin alias Muhaimin, anak seorang haji terpandang di desa Cikedung. Memiliki dua mesjid dan menjadi kudu desa Cikedung. Haji Nasir namanya. Pemilik banyak sawah terbanyak didesanya.
Berbeda dari ayahnya yang bisa sibilang saleh Mukimin adalah remaja bajingan yang kerjanya mesum dan juga suka berjudi sabung ayam dengan teman-temannya.
Mukimin yang menyandang gelar kasat mata sebagai anak orang terhormat dan disegani di desanya jatuh cinta kepada safitri anak seorang mantan PSK.
Menenggak 50 Halaman di Pertengahan Tahun
Ini adalah novel pertama di pertengahan tahun 2022 yang sempat ku baca. Aku sengaja memilih novel romansa ini, karena sudah lama aku tak membaca buku yang terbilang ringan.
Meski begitu aku merasa begitu dekat dengan novel yang ku baca secara perlahan. Biila biasanya 50 halaman dapat ku tenggak dalam satu kali duduk. Kali ini 50 halaman ku tenggak dalam beberapa hari duduk.
Walaupun begitu sensasi membaca secara santai ini sungguhlah sangat ku nikmati. Buktinya beberapa halaman buku catatanku sudah penuh dengan informasi dari buku ini. Walaupun baru 50 halaman yang terbaca.
Tenggakan Pertama
Prolog
Baru saja memulai membaca otakku sudah dibuat melayang ke sebuah pesta kemerdekaan. Mengingatkanku akan masa kecilku kala pemilu diadakan. Ayahku yang bukanlah seorang fanatik politik, namun beliau mengikuti perkembangan politik yang sedang terjadi.
Sebuah ingatan kala aku belum juga berusia belasan, arak-arakan motor dan juga panggung-panggung hiburan serta pedagang-pedagang dadakan beramai-ramai mencari nafkah dadakan. Pada saat itu aku sebagai seorang anak kecil belumlah paham apapun.
Namun yang aku tau saat itu adalah jiwa ragaku ikut berkobar dengan semangat para pendukung paslon yang mengelora. Panggung-panggung dangdutpun ikut memeriahkan acara tersebut. Prolog yang berhasil mengorek ingatan kecilku, aku menyukainya.
Perjalanan Cerita Perhalaman
Lalu cerita berlanjut tentang Mukimin, safitri dan juga tokoh-tokoh lainnya dalam novel ini. Kisah mereka begitu dekat dengan kehidupanku sehari-hari.
Ada seorang kawan yang ku kenal menyukai tetanggaku yang saleh. Ia bersekolah di Mts dan memakai jilbab yang tertutup. Sementara Kawasaki ini adalah seorang pemabuk kelas teri yang saban malam tidak pernah leaps dari minuman oplosan.
Orang tua dari tetanggaku inipun terkenal dengan kesalehannya. Sungguhlah kisah dalam buku ini ku rasakan begitu dekat dengan kehidupanku. Tidak sampai disitu saja sikap malu-malu kawanku ini membuatku geli.
Seperti jagoan saja lagaknya namun ketika harus berhadapan dengan tetanggaku sang anak saleh nyalinya ciut. Wah-wah senang rasanya dapat berteman dengan cerita yang begitu dekat dengan keseharianku kala aku masih kecil.
Rasanya seperti diingatkan akan cerita-cerita konyol yang sudah lama tak kuputar luang dalam kepada. Sekarang menjadi sebuah cerita yang membuatku mesam-mesem menggelikan ketika ku ulang kembali.
Semakin penasaran saja aku dibuat oleh cerita ini, ku harap aku dapat menikmatinya hingga akhirnya novel ini tandas ku lahap.
Akhir-akhir ini aku sedang menerapkan sistem membaca yang baru. Biasanya ketika membaca aku akan membaca dengan cepat, lalu aku tulis dalam buku catatanku. Setelah aku tuangkan dalam noteku selanjutnya akan aku jadikan sebuah pos dalam social media.
Namun membaca kali ini akan sedikit berbeda, akan sedikit bertentangan dengan perinsip membaca buku yang biasanya aku lakukan. Tidak mencoret buku, tidak menandainya, tidak juga membacanya secara perlahan.
Sangat bertentangan dengan kebiasaannku, rasanya aneh ketika memberikan sebuah tanda. Tanda yang berupa sebuah garis yang ku buat. Garis yang menandakan bahwa kalimat atau paragraphed tersebut menarik untukku.
Selain itu aku menandainya dengan potongan-potongan lembaran sticky note. Agar aku tidak lupa bagian-bagian tersebut yang mungkin di kemudian hari akan aku baca lagi.
Berbeda namun menyenangkan, ada sebuah sensasi berbeda ketika aku mulai mengaris kalimat menarik yang ku baca. Menandainya juga menjadi bagian yang menyenangkan. Sedikit ku berfikir “Wah ternyata seperti ini rasanya menandai sebuah buku”.
Catatan menulisku juga menjadi lebih panjan, Karena ada begitu banyak spesifik yang akhirnya malah aku tulis. Aku yakin akan menambah informasi tulisan yang akan aku buat.
Bila sebeumnya aku hanya menulis rangkumannya saja, ketika selesai membaca sebuah buku. Mungkin kali ini akan lebih mendetail dalam menuliskan pengalaman membacaku.
Yang Aku Gunakan
Pensil
Aku menggunakan pensil untuk menggaris bawahi kalimat yang ku rasa menarik. Sealing kalimat yang menarik, aku juga menggaris bawahi beberapa situasi yang menurutku sangat relefan dengan cerita yang ada dalam buku yang sedang ku baca.
Sticky Notes
Alat media yang aku gunakan adalah sticky notes, aku menggunakan sticky notes sebagai sebuah tanda spesifik. Spesifik Karena ditandai dengan perbedaan warna di masing-masing sticky notes. Masing-masing warna mewakili ide menarik terse dari dalam buku tersebut.
Note Book / Buku Catatan
Note book ini berfungsi untuk mencatat kesimpulan yang aku dapat setelah membaca beberapa halaman dalam buku tersebut. Agar aku tidak lupa ku catat beberapa point of view yang aku dapatkan setelah membaca halaman demi halaman. Biasanya aku menggunakan buku catatan sebagai pegangan ketika aku ingin menuangkan pengalaman membacaku.
Ballpoint / Pulpen
Ballpoint atau pulpen adalah sebuah alat yang essensial untukku selain pensil. Aku tidak menggunakan pulpen dengan tinta warna-warni dan hanya menggunakannya untuk menulis rangkuman pada buku catatanku.
Buku yang ingin ku baca
Sudah jelas tidak akan lengkap bila tidak ada buku yang ingin dibaca, aku masih memiliki banyak daftar panjang buku-buku yang harus ku baca. Jadi targetku untuk sekarang adalah menghabiskan daftar panjang bukuku. Dengan teknik membaca yang baru.
Aku tidak ingin
Aku tidak ingin menjadi seorang book reviewer. Aku hanya ingin berbagi sebuah pengalaman membaca tanpa memberikan penilaian berupa angka untuk sebuah buku. Karena aku mengerti bahwa aku bukanlah seorang profesional yang mengerti sudut pandang dalam menilai sebuah buku.
Sedikit cerita mengenai buku ini. Jadi awalnya saya dan penulis adalah teman Dalmatia sebuah wadah kepenulisan. Hingga akhirnya pertemanan kami berlanjut ke berteman didunia maya. Di dunia maya beliau spring sekali mengupdate tulisan-tulisan baru beliau baik pada media menulisnya pribadi maupun pada sebuah wadah penulis online.
Beliau adalah salah satu dari beberapa penulis yang menurut saya memiliki sebuah pakem penulisan yang unik dan menarik. Lalu pada suatu hari ketika sedang asik scrolling pada stories media social saya. Dipertemukanlah saya kepada stories beliau. Is iya berupa sebuah world-work mengenai buku yang baru saja beliau telurkan.
Tanpa tendeng aling-aling langsung saja saya todong prapesan buku beliau, walaupun sempat tertinggal ketika woro-woro prapesan pertama. Setidaknya hari ini saya berhasil menaklukan bagian pertama Dallas buku ini.
First Part | 50 Halaman Pertama
Pada halaman pembukaan halaman ke V penulis menuliskan judul buku Sihir, Ganja, Miras, Buku, dan Islam ditambahkan dengan sebuah aksen manis subjudul yang menerangkan buku ini berisikan essay-essay mengambarkan isi dalam buku ini. Keresahan-keresahan beliau akan lingkungan hidup, kebudayaan dan agama.
Disuguhkan dalam essay-essay unik dan menarik dengan mengusung kesatiran-kesatiran yang jenaka serta membuat saya berfikir keras dan mengumpat.
“Sial! Menohok njir.”
Lalu pada essay pertama yang saya baca berjudul “Ganja, Kertas, dan Ketakutan-ketakutan Kita. Bang Ical panggilan akrab saya kepada beliau berhasil meyuarakan sebuah hal yang terlalu lama tabu. Menyuarakan upaya untuk menolak takut pada ke tidak tahuan. Ke tidak tahuan yang mungkin lama menjadi warisan turun temurun.
Bang Ical juga berhasil membuat saya melongo dengan cerita beliau mengenai kegundah-gulanaan Nyi Roro Kidul akan manusia yang begitu serakah. Disuguhkan dengan apik sekali mengenai keseleboran dan keserakahan manusia melalui keluhan Nyi Roro Kidul dan lautan dimana beliau tinggal. Manusia memang seketerlaluan itu!
Ini Bukan Review Buku
Ini bukan sebuah review buku, ini adalah sebuah cerita mengenai pengalaman membaca saya. Jadi Janina berfikir saya akan memberikan sebuah ulasan yang begitu menarik. Saya ingin berbagi hal-hal menarik yang saya temukan ketika saya membaca sebuah buku.
English
Hi! How was your book reading today?
Title : Sihir, Ganja, Miras, Buku, dan Islam
Writer : As Rosyid
Publisher : Mera Books, 2022
ISBN : 978-623-98809-3-4
Pages : xiii+159
How I have this book
A little story about this book. So at first the writer and I were friends with the writer, on a writing forum. Until finally our friendship continued to be friends in cyberspace. In the virtual world, he regularly updates his new writings, both in his personal writing media and on an online writer’s forum.
He is one of the few writers who in my opinion has a unique and interesting writing grip. Then one day while I was scrolling on stories on my social mediaI met him. Is yes in the form of a about the book he has just released.
Without further ado, I immediately pointed at the pre-order of his book, even though I was left behind during the first pre-order sounding. At least today I managed to conquer the first part of this book.
First Part | 50 First Page
On the opening page of the fifth page, the author writes the title of the book Magic, Marijuana, Alcohol, Books, and Islam added with a sweet accent to the subtitle which explains that this book contains essays describing the contents of this book. His concerns about the environment, culture and religion.
Presented in unique and interesting essays by carrying witty satire and making me think hard and curse.
“Unlucky! It’s staggering.”
Then the first essay I read was entitled “Marijuana, Paper, and Our Fears. Bang Ical, my close call to him, succeeded in bringing out something that had been taboo for too long. Voices an attempt to resist the fear of the unknown. Ignorance that may have long been a hereditary legacy.
Bang Ical also managed to make me gawk with his story about Nyi Roro Kidul’s anxiety about humans who are so greedy. Very nicely presented about human greed and greed through the complaints of Nyi Roro Kidul and the ocean where she lives. Humans are so outrageous!
This is not a book review
This is not a book review, this is a story about my reading experience. So do not think I would give such an interesting review. I only want to share interesting things that I found when I read a book.