
Sebuah Prolog
Akhir-akhir ini aku sedang menerapkan sistem membaca yang baru. Biasanya ketika membaca aku akan membaca dengan cepat, lalu aku tulis dalam buku catatanku. Setelah aku tuangkan dalam noteku selanjutnya akan aku jadikan sebuah pos dalam social media.
Namun membaca kali ini akan sedikit berbeda, akan sedikit bertentangan dengan perinsip membaca buku yang biasanya aku lakukan. Tidak mencoret buku, tidak menandainya, tidak juga membacanya secara perlahan.
Sangat bertentangan dengan kebiasaannku, rasanya aneh ketika memberikan sebuah tanda. Tanda yang berupa sebuah garis yang ku buat. Garis yang menandakan bahwa kalimat atau paragraphed tersebut menarik untukku.
Selain itu aku menandainya dengan potongan-potongan lembaran sticky note. Agar aku tidak lupa bagian-bagian tersebut yang mungkin di kemudian hari akan aku baca lagi.
Berbeda namun menyenangkan, ada sebuah sensasi berbeda ketika aku mulai mengaris kalimat menarik yang ku baca. Menandainya juga menjadi bagian yang menyenangkan. Sedikit ku berfikir “Wah ternyata seperti ini rasanya menandai sebuah buku”.
Catatan menulisku juga menjadi lebih panjan, Karena ada begitu banyak spesifik yang akhirnya malah aku tulis. Aku yakin akan menambah informasi tulisan yang akan aku buat.
Bila sebeumnya aku hanya menulis rangkumannya saja, ketika selesai membaca sebuah buku. Mungkin kali ini akan lebih mendetail dalam menuliskan pengalaman membacaku.
Yang Aku Gunakan
Pensil
Aku menggunakan pensil untuk menggaris bawahi kalimat yang ku rasa menarik. Sealing kalimat yang menarik, aku juga menggaris bawahi beberapa situasi yang menurutku sangat relefan dengan cerita yang ada dalam buku yang sedang ku baca.
Sticky Notes
Alat media yang aku gunakan adalah sticky notes, aku menggunakan sticky notes sebagai sebuah tanda spesifik. Spesifik Karena ditandai dengan perbedaan warna di masing-masing sticky notes. Masing-masing warna mewakili ide menarik terse dari dalam buku tersebut.
Note Book / Buku Catatan
Note book ini berfungsi untuk mencatat kesimpulan yang aku dapat setelah membaca beberapa halaman dalam buku tersebut. Agar aku tidak lupa ku catat beberapa point of view yang aku dapatkan setelah membaca halaman demi halaman. Biasanya aku menggunakan buku catatan sebagai pegangan ketika aku ingin menuangkan pengalaman membacaku.
Ballpoint / Pulpen
Ballpoint atau pulpen adalah sebuah alat yang essensial untukku selain pensil. Aku tidak menggunakan pulpen dengan tinta warna-warni dan hanya menggunakannya untuk menulis rangkuman pada buku catatanku.
Buku yang ingin ku baca
Sudah jelas tidak akan lengkap bila tidak ada buku yang ingin dibaca, aku masih memiliki banyak daftar panjang buku-buku yang harus ku baca. Jadi targetku untuk sekarang adalah menghabiskan daftar panjang bukuku. Dengan teknik membaca yang baru.
Aku tidak ingin
Aku tidak ingin menjadi seorang book reviewer. Aku hanya ingin berbagi sebuah pengalaman membaca tanpa memberikan penilaian berupa angka untuk sebuah buku. Karena aku mengerti bahwa aku bukanlah seorang profesional yang mengerti sudut pandang dalam menilai sebuah buku.
Semoga dapat di mengerti.