Kelir Slindet Sudah 50 Halaman Habis ku Tenggak

Source : dhuman journey

Judul

Kelir Slindet (Roman Terbaik Tabloid Nyata) Kedung Darma Romansa

Penerbit

Buku Mojok (Terbitan ke Dua)

ISBN

978-623-7284-39-0


Ini adalah kisah romansa sepasang remaja yang tinggal di desa cikedung. Safitri adalah anak dari pasangan Saritem man tan PSK yang memiliki harapan besar anaknya dapat menjadi pedangdut terkenal suatu saat nanti.

Sementara Sukirman ayah safitri adalah seorang buruh tani yang pekerjaannya sering main perempuan. Tidak seperti saritem sukirman tidak percaya dan pessimis akan nasib anaknya dimasa depan.

Lalu ada Mukimin alias Muhaimin, anak seorang haji terpandang di desa Cikedung. Memiliki dua mesjid dan menjadi kudu desa Cikedung. Haji Nasir namanya. Pemilik banyak sawah terbanyak didesanya.

Berbeda dari ayahnya yang bisa sibilang saleh Mukimin adalah remaja bajingan yang kerjanya mesum dan juga suka berjudi sabung ayam dengan teman-temannya.

Mukimin yang menyandang gelar kasat mata sebagai anak orang terhormat dan disegani di desanya jatuh cinta kepada safitri anak seorang mantan PSK.


Menenggak 50 Halaman di Pertengahan Tahun

Ini adalah novel pertama di pertengahan tahun 2022 yang sempat ku baca. Aku sengaja memilih novel romansa ini, karena sudah lama aku tak membaca buku yang terbilang ringan.

Meski begitu aku merasa begitu dekat dengan novel yang ku baca secara perlahan. Biila biasanya 50 halaman dapat ku tenggak dalam satu kali duduk. Kali ini 50 halaman ku tenggak dalam beberapa hari duduk.

Walaupun begitu sensasi membaca secara santai ini sungguhlah sangat ku nikmati. Buktinya beberapa halaman buku catatanku sudah penuh dengan informasi dari buku ini. Walaupun baru 50 halaman yang terbaca.


Tenggakan Pertama

Prolog

Baru saja memulai membaca otakku sudah dibuat melayang ke sebuah pesta kemerdekaan. Mengingatkanku akan masa kecilku kala pemilu diadakan. Ayahku yang bukanlah seorang fanatik politik, namun beliau mengikuti perkembangan politik yang sedang terjadi.

Sebuah ingatan kala aku belum juga berusia belasan, arak-arakan motor dan juga panggung-panggung hiburan serta pedagang-pedagang dadakan beramai-ramai mencari nafkah dadakan. Pada saat itu aku sebagai seorang anak kecil belumlah paham apapun.

Namun yang aku tau saat itu adalah jiwa ragaku ikut berkobar dengan semangat para pendukung paslon yang mengelora. Panggung-panggung dangdutpun ikut memeriahkan acara tersebut. Prolog yang berhasil mengorek ingatan kecilku, aku menyukainya.

Perjalanan Cerita Perhalaman

Lalu cerita berlanjut tentang Mukimin, safitri dan juga tokoh-tokoh lainnya dalam novel ini. Kisah mereka begitu dekat dengan kehidupanku sehari-hari.

Ada seorang kawan yang ku kenal menyukai tetanggaku yang saleh. Ia bersekolah di Mts dan memakai jilbab yang tertutup. Sementara Kawasaki ini adalah seorang pemabuk kelas teri yang saban malam tidak pernah leaps dari minuman oplosan.

Orang tua dari tetanggaku inipun terkenal dengan kesalehannya. Sungguhlah kisah dalam buku ini ku rasakan begitu dekat dengan kehidupanku. Tidak sampai disitu saja sikap malu-malu kawanku ini membuatku geli.

Seperti jagoan saja lagaknya namun ketika harus berhadapan dengan tetanggaku sang anak saleh nyalinya ciut. Wah-wah senang rasanya dapat berteman dengan cerita yang begitu dekat dengan keseharianku kala aku masih kecil.

Rasanya seperti diingatkan akan cerita-cerita konyol yang sudah lama tak kuputar luang dalam kepada. Sekarang menjadi sebuah cerita yang membuatku mesam-mesem menggelikan ketika ku ulang kembali.

Semakin penasaran saja aku dibuat oleh cerita ini, ku harap aku dapat menikmatinya hingga akhirnya novel ini tandas ku lahap.


Leave a Comment